Sabtu, 02 Juli 2011

bacalah ini dulu sebelum membunuh diri sendiri


Ya Allah, hidupkanlah aku selama kehidupan itu lebih baik bagiku, dan wafatkanlah aku jika sekiranya itu lebih baik bagiku” (HR Bukhari dan HR Muslim)


Penggalan hadist diatas menjelaskan bahwa jangan sekali-kali menginginkan mati jika ditimpa kesusahan. Kalaupun keinginan mati itu tak terbendung, maka berdoa seperti penggalan hadis tersebut. Doa ini menegaskan bahwa kehidupan dan kematian terletak di tangan Tuhan, bukan di tangan manusia. Apalagi ditangan sendiri, itu namanya bunuh diri.
Hadist diatas diperkuat dengan dalil “Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An-Nisa’ : 29). Dalam ayat yang lain Allah menjelaskan bahwa  “Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur’an)” (QS. Al-Kahfi ; 6). Jadi, secara tegas tergambar bahwa Islam melarang perbuatan bunuh diri.
Tidak hanya Islam, agama lain seperti Kristen, Yahudi, Buddha dan Hindu pada dasarnya melarang bunuh diri. Namun, faktanya dalam catatan sejarah fenomena bunuh diri begitu marak terjadi semenjak munculnya agama. Terkadang adapula sebagian kepercayaan yang tidak begitu tegas melarang bunuh diri, seperti dalam ajaran Shinto di Jepang. Pemahaman seperti ini tentu tak bisa dilepaskan dari konsep ajaran Shinto itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar