Assalamu’alaykum Warohmatullohi Wabarokatuh.
Perintah Alloh Subhanahu wa Ta’alaa
Pada surah Luqman ini, Alloh Subhanahu wa Ta’alaa berfirman, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbuat baik) kepada kedua orang ibu-bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah.”
Alloh Subhanahu wa Ta’alaa memerintahkan kepada kita semua untuk berbuat baik kepada orangtua kita. Salah satu yang menjadi sebab adalah karena Ibu kita mengandung kita dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, wahnan ‘alaa wahnin.
Menurut Imam Ibnu Katsir, Imam Ath-Thabari menjelaskan dalam kitab tafsirnya bahwa dari Mujahid berkata, “Yang dimaksud dengan wahnan ‘alaa wahnin adalah dalam keadaan penuh penderitaan saat mengandung sang anak.” Sedangkan Qatadah berkata, “dalam keadaan kepayahan di atas kepayahan“. ‘Atha’ al-Khurasani berkata, “Maksudnya adalah, Kelemahan di atas kelemahan“.
Bayangkan sahabat, kita saja ketika mendapat satu kepayahan terkadang sudah mengeluh. Bergumam kenapa saya diberi kesusahan ini. Akan tetapi ibu kita dengan tegar, ikhlas, sabar dan kuat menjalani ini semua demi kita sang anak, tanpa mengeluh. Padahal ibu kita berada dalam kepayahan yang bertambah, kepayahan diatas kepayahan.
Kemudian Menyapih dalam 2 Tahun
Firman Alloh, “Dan menyapihnya dalam usia dua tahun”. Maksudnya adalah mengurusnya (mengurus kita) dan menyusuinya setelah melahirkan, selama dua tahun lamanya. Sebagaimana firman Alloh dalam surah Al-Baqarah (2) ayat 233, “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.”.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa berdasarkan ayat tersebut diatas, Ibnu Abbasradhiyallohu’anhumaa dan para imam mujtahid mengambil sebuah keputusan hukum bahwa paling sedikit masa hamil adalah enam bulan. Hal ini berdasarkan firman Alloh di dalam surah Al-Ahqaaf (46) ayat 15, “(masa) mengandung dan menyapihnya adalah tiga puluh bulan.”.
Bersyukurlah kepada Alloh dan Orangtuamu
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa sengaja, Alloh menyebutkan perjuangan seorang ibu dalam mengurus anaknya. Penderitaan dan pengorbanan seorang ibu dalam melindungi anaknya diantaranya dengan tidak bisa tidur dengan nyaman disepanjang siang dan malam. Ini dilakukan semata-mata agar seorang anak senantiasa mengingat jasa-jasa ibunya.
Sebagaimana firman Alloh dalam surah Al-Israa’ (17) ayat 24,
Alloh Subhanahu wa Ta’alaa menutup ayat ini dengan lafadz, “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu”, karena sesungguhnya Alloh akan membalas rasa syukurmu itu dengan balasan yang paling sempurna.
Semoga kita semua selalu dalam bimbingan Alloh Subhanahu wa Ta’alaa, dan selalu dalam keadaan berbuat baik bagi orang tua kita, tunduh dan patuh, selama apa yang diperintahkan oleh orangtua kita adalah tidak menyimpang dari Alquran dan Alhadits, tidak mempersekutukan Alloh dengan yang lainnya. (Lihat Surah Luqman, ayat 15)
Wallohua’lam, Wassalaamu’alaykum Warohamtullohi Wabarokatuh.


