Kamis, 30 Juni 2011
luka hati
aku di sini terdiam dan tersentak tanpa kata,
seakan dunia gelap dan berkabut seolah-olah cahaya hilang ditelannya
aku mencintai bukan membenci!!!!
ketika ku coba untuk memahami arti cinta yang sebenarnya.....
kenapa hanya saja selalu luka yg ku dpat!!!!
dan kini kucoba lagi merajut kembali sehelai demi sehelai
namun ketika rajutan ku hampir utuh lalu kau menyayatnya dengan silet tajam,
kau sayat-sayat seolah kau tak mempunyai rasa
akan kah selalu dan selalu begini
oh TUHAN luka hati ini
seakan dunia gelap dan berkabut seolah-olah cahaya hilang ditelannya
aku mencintai bukan membenci!!!!
kenapa hanya saja selalu luka yg ku dpat!!!!
dan kini kucoba lagi merajut kembali sehelai demi sehelai
namun ketika rajutan ku hampir utuh lalu kau menyayatnya dengan silet tajam,
kau sayat-sayat seolah kau tak mempunyai rasa
akan kah selalu dan selalu begini
oh TUHAN luka hati ini
hikmah dibalik kesabaran
Hakikat Sabar adalah pilar kebahagiaan seorang hamba. Dengan kesabaran itulah seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh.” (Al Fawa’id, hal. 95
“Sabar adalah meneguhkan diri dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, menahannya dari perbuatan maksiat kepada Allah, serta menjaganya dari perasaan dan sikap marah dalam menghadapi takdir Allah….” (Syarh Tsalatsatul Ushul, hal. 24)Sabar itu terbagi menjadi tiga macam:1. Bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah2. Bersabar untuk tidak melakukan hal-hal yang diharamkan Allah3. Bersabar dalam menghadapi takdir-takdir Allah yang dialaminya, berupa Kita ambil contoh dari sikap sabar adalah :Sabar Dalam Menuntut Ilmu:Syaikh Nu’man mengatakan, “Betapa banyak gangguan yang harus dihadapi oleh seseorang yang berusaha menuntut ilmu. Maka dia harus bersabar untuk menahan rasa lapar, kekurangan harta, jauh dari keluarga dan tanah airnya. Sehingga dia harus bersabar dalam upaya menimba ilmu dengan cara menghadiri pengajian-pengajian, mencatat dan memperhatikan penjelasan serta mengulang-ulang pelajaran dan lain sebagainya.
Kesabaran adalah kunci agar kita selalu ditemani dan dibimbing Allah. Sabar menghantarkan seseorang menjadi manusia sejati, tangguh, elegan, dan bermartabat. Betapa banyak kerusakan yang terjadi akibat manusia tidak bisa bersabar. Banyak kegagalan perencanaan hidup juga diakibatkan karena kurangnya kesabaran.Allah SWT berfirman, "Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS Fushshilat [41]: 35).Dengan demikian, bersabarlah. Niscaya kesabaran akan menjemput Anda ke tempat terbaik. Terbaik dalam peruntungan, hasil, Maka dari itu semua masalah pasti ada solusi dan hikmah dari semua cobaan.Kita juga bisa ambil sebuah hikmah dari semua cobaan yang kita alami.Allah berada di orang – orang yang saba
renungkanlah teman
Hal yang sangat menyedihkan adalah saat kau jujur pada temanmu, dia berdusta padamu .... Saat dia telah berjanji padamu, dia mengingkarinya .... Saat kau memberikan perhatian, dia tidak menghargainya ...
Hal yang sangat menyakitkan adalah saat kau mengirimkan e-mail pada temanmu, dia menghapus tanpa membacanya ...
Saat kau membutuhkan jawaban dari e- mailmu, dia tidak menjawab dan mengacuhkannya ...
Saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura-pura tidak melihatmu ...
Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintamu ...
Saat dia yang kau sayangi tiba-tiba mengirimkan kartu undangan pernikahannya
Hal yang sangat mengecewakan adalah kau dibutuhkan hanya pada saat dia dalam kesulitan ...
Saat kau bersikap ramah, dia terkadang bersikap sinis padamu ...
Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu
Jangan pernah menyesali atas apa yang terjadi padamu?
Sebenarnya hal-hal yang kau alami sedang mengajarimu ....
Saat temanmu berdusta padamu atau tidak menepati janjinya padamu atau dia tidak menghargai perhatian yang kau berikan ....
sebenarnya dia telah mengajarimu agar kau tidak berprilaku seperti dia ....
Saat temanmu menghapus e-mail yang kau kirim sebelum membacanya atau saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura-pura tidak melihatmu.....
sebenarnya dia telah mengajarkanmu agar tidak berprasangka buruk & selalu berpikiran positif bahwa mungkin saja dia pernah membaca e-mail yang kau kirim ....
atau mungkin saja dia tidak melihatmu ....
Dan saat dia tidak menjawab e-mailmu ....
sebenarnya dia telah mengajarkanmu untuk menjawab e-mail temanmu yang membutuhkan jawaban walaupun kau sedang sibuk dan jika kau tidak bisa menjawabnya katakan kalau kau belum bisa menjawabnya jangan biarkan e-mailnya tanpa jawaban karena mungkin dia sedang menunggu jawabanmu ....
Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintaimu atau saat dia yang kau sayangi tiba-tiba mengirimkan kartu undangan pernikahannya ....
sebenarnya sedang mengajarimu untuk rela menerima takdirNya ....
Saat kau bersikap ramah tapi dia terkadang bersikap sinis padamu ....
sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk selalu bersikap ramah pada siapapun
Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu ...
sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk menjadi seorang teman yang bisa diajak berbagi cerita, mau mendengarkan keluhan temanmu dan membantunya ....
Bila kau dibutuhkan hanya pada saat dia sedang dalam kesulitan ....
sebenarnya juga telah mengajarimu untuk menjadi orang yang arif & santun, kau telah membantunya saat dia dalam kesulitan ....
Begitu banyak hal yang tidak menyenangkan yang sering kau alami atau bertemu dengan orang-orang yang menjengkelkan, egois dan sikap yang tidak mengenakkan ...
Dan betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan, disakiti, tidak dipedulikan/dicuekin, tidak dihargai, atau bahkan mungkin dicaci dan dihina ...
Sebenarnya orang-orang tersebut sedang mengajarimu untuk melatih membersihkan hati & jiwa, melatih untuk menjadi orang yang sabar dan mengajarimu untuk tidak berprilaku seperti itu ...
Mungkin Tuhan menginginkan kau bertemu orang dengan berbagai macam karakter yang tidak menyenangkan sebelum kau bertemu dengan orang yang menyenangkan dalam kehidupanmu dan kau harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu yang telah mengajarkan sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu ...
Arti sahabat
Teman,
Apakah arti sahabat bagimu? Seberapa pentingkah mereka bagi hidup kita? Dan bagaimanakah cara kita menjaga persahabatan?
Apakah arti sahabat bagimu? Seberapa pentingkah mereka bagi hidup kita? Dan bagaimanakah cara kita menjaga persahabatan?
Suatu hari pernah ada yang bercerita pada saya tentang sebuah kisah pada jaman rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam . Saya lupa redaksinya dan lupa fokus cerita pada rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atau pada salah seorang sahabat (mohon kalau ada yang lebih tahu memberitahukan). Diceritakan bahwa beliau tersebut sangat memuliakan sahabat-sahabatnya dan memperlakukan mereka dengan sedemikian rupa sehingga seolah-olah bagi setiap sahabatnya mereka masing-masing lah yang paling istimewa. Keren ya ^_^
Empat tahun yang lalu, beberapa bulan setelah wisuda-di bulan September, salah seorang sahabat pernah mengirimi saya kartu menasehati saya “Jangan pernah melupakan sahabatmu, karena di suatu saat dia bisa jadi salah namun di saat lain dia juga pernah berbuat baik” (thx ya bu, dikau mungkin sudah lupa, tapi kartunya selalu kusimpan, apalagi nasehatmu itu ^_^) Pun di waktu lain aku mengintip blog seorang teman, katanya ada beberapa sms yang tidak pernah dihapusnya. Salah satunya adalah sms berbunyi : “Apa Kabar Iman ? Semoga selalu melangkah maju. Apa Kabar Hati ? semoga selalu bersih dari kelabu. Apa kabar Cinta? semoga selalu berpeluh rinduNya”. Sms itu juga tidak pernah kuhapus, karena saling menasehati memang keren 
Persahabatan,
Suatu saat saya pernah bersepakat bahwa persahabatan juga akan melewati ujian. Sayapun pernah mengalaminya. Dan saya rasa hampir semua orang pernah mengalaminya. Ketika masalah tersebut lewat, kadang saya merasa sedih mungkin ketika hal itu terjadi saya pernah sangat menyakiti sahabat saya, baik itu lewat ucapan, perbuatan, disengaja maupun (merasa) tidak disengaja. Banyak hati yang selembut sutera…
Suatu saat saya pernah bersepakat bahwa persahabatan juga akan melewati ujian. Sayapun pernah mengalaminya. Dan saya rasa hampir semua orang pernah mengalaminya. Ketika masalah tersebut lewat, kadang saya merasa sedih mungkin ketika hal itu terjadi saya pernah sangat menyakiti sahabat saya, baik itu lewat ucapan, perbuatan, disengaja maupun (merasa) tidak disengaja. Banyak hati yang selembut sutera…
Tapi percayalah, dibalik segala kesalahan, sahabat sejati tak pernah bersungguh-sungguh ingin menyakiti sahabatnya.
Kenapa saya tiba-tiba menuliskan ini? Karena baru-baru ini saya menjumpai kasus 2 orang yang telah bersahabat lama, bertahun-tahun, tiba-tiba bertengkar karena (sedikit) salah paham yang menurut saya sangat besar potensi untuk kembali berbaikan. Namun kemudian ternyata salah satu pihak merasa ‘tidak ingin lagi seperti dulu’ karena di matanya ‘kejadian itu’ sangat terlalu menyakitkan. Sang teman menyakiti hati secara verbal dan bahasa tubuh. Dan kemudian silaturahmi keduanya memburuk walau masih bertegur sapa.
Awalnya saya bingung, bagaimana bisa pertemanan yang telah terjalin begitu lama sampai ke taraf ‘tak bisa baikan lagi’ hanya karena peristiwa sesaat?. Namun kemudian saya sadar, sebagai ’pihak luar’ saya tidak bisa men-judge apapun, karena bagaimanapun saya tidak pernah benar-benar berada di situasi tersebut.
Peristiwa ini kemudian membuat saya berfikir lama. Menjaga sesuatu memang jauh lebih susah dibanding ketika memulainya.
Tiba-tiba saya teringat sahabat-sahabat saya. Orang-orang yang bagi saya sungguh spesial. Saya yakin, dengan segala ketidak sempurnaan saya, pastilah ada saat-saat dimana saya pernah tersalah, sengaja maupun tidak. Pasti ada.
Tiba-tiba saya teringat sahabat-sahabat saya, yang bagi saya rata-rata memiliki jiwa besar, kelembutan hati, penyayang, penuh empaty, good listener dan merupakan sosok-sosok yang selalu saya cari ketika ingin bertukar fikiran. Walaupun untuk topik-topik yang berbeda-beda. Saya merasa sangaaat bersyukur telah diberi hadiah sahabat-sahabat yang begitu indah.
Ya… bagi saya, sahabat adalah hadiah;
Karena, dibalik segala kekurangan saya mereka masih tetap mau saling bertukar kabar, baik dengan sms-sms, telpon, chatting singkat, saling menasehati, menyemangati, saling berkirim email-email singkat, bahkan email-email panjang yang kadang butuh waktu berhari-hari membalasnya.
Karena, dibalik segala kekurangan saya mereka masih tetap mau saling bertukar kabar, baik dengan sms-sms, telpon, chatting singkat, saling menasehati, menyemangati, saling berkirim email-email singkat, bahkan email-email panjang yang kadang butuh waktu berhari-hari membalasnya.
Ya… bagi saya, sahabat adalah anugerah;
Karena mereka tak hanya menasehati saya namun saya berharap juga memaafkan saya (semoga). Karena alhamdulillah kami sampai saat ini masih saling bertukar kabar.
Karena mereka tak hanya menasehati saya namun saya berharap juga memaafkan saya (semoga). Karena alhamdulillah kami sampai saat ini masih saling bertukar kabar.
Ya… bagi saya, sahabat adalah amanah;
Karena ternyata butuh penjagaaan yang serius agar tetap indah selamanya. Kembali kepada peristiwa di atas, saat berbincang dengan salah satu dari pihak yang berkonflik tersebut, kemudian banyak sekali hikmah yang kemudian dapat saya peroleh. Hal-hal ini sekaligus menjadi renungan terhadap hal-hal yang mungkin juga pernah saya langgar ketika berinteraksi dengan sahabat-sahabat saya;
Ketika sahabatmu merasa tersakiti, lekaslah introspeksi diri, mungkin bagimu engkau benar namun baginya hati telah tersakiti. Tidak ada salahnya memulai meminta maaf;
Menjadi seorang sahabat butuh empati, pemahaman terhadap perasaan orang lain;
Menjadi seorang sahabat harus siap menjadi ’a good listener’
Demikianlah dulu. Hatur nuhun untuk teman-teman yang selalu memaafkan kesalahan-kesalahan saya, sehingga sampai detik ini masih senantiasa saling bercerita… Engkau sungguh berharga.
Dan aku selalu percaya bahwa sahabat sejati tidak pernah benar-benar bermaksud menyakiti hati sahabatnya
BY: seseorang yg tak mau di sebut nmanya
BY: seseorang yg tak mau di sebut nmanya
hormatilah sosok seorang ibu
Allah mempunyai maksud tertentu ketika menciptakan manusia, dan maksud tersebut menjadi Tugas bagi setiap Manusia yang dilahirkan di muka bumi. Agar masing-masing manusia dapat menjalankan tugas yang diembannya. Allah tidak pernah lupa untuk memberikan "fasilitas" yang unik kepada masing-masing Orang yang kemudian dinamakan "Bakat". Kalau saja setiap manusia bisa menemukan "bakat"-nya masing-masing, berarti bahwa kita bisa menemukan "jalan" sukses masing-masing.Dan untuk bisa mendapat tiket masuk ke jalan tersebut, dibutuhkan "Do'a Ibu", karena Ibu memiliki kedudukan yang sangat tinggi di mata Allah. Semoga tampilan video berikut dapat mengingatkan diri kita masing-masing bahwa untuk mendapatkan tiket masuk ke jalan sukses, kita harus bisa menjaga perilaku, dengan cara memelihara silaturrachmi dengan Orangtua kita. Amiin.
Kenanglah Ibu yang menyayangimu...
Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kita pergi...
Ingatkah engkau, ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu, tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu...
Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu..? Dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit..?
Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan. Kembalilah memohon maaf pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu.
Simpanlah sejenak kesibukan-kesibukan duniawi yang selalu membuatmu lupa untuk pulang.
Segeralah jenguk ibumu yang berdiri menantimu di depan pintu bahkan sampai malampun kian larut.
Jangan biarkan engkau kehilangan saat yang akan kau rindukan di masa datang ketika ibu telah tiada...Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita...Tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia...Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya.Yang ada hanyalah baju yang digantung di lemari kamarnya.Tak ada lagi yang menyiapkan sarapan pagi untukmu makan...Tak ada lagi yang rela merawatmu sampai larut malam ketika engkau sakit...Tak ada lagi dan tak ada lagi yang meneteskan air mata mendo'akanmu di setiap hembusan nafasnya...
Kembalilah segera...Peluklah ibu yang selalu menyayangimu...
Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya.
Sahabat... berdo'alah untuk kesehatannya dan rasakanlah pelukan cinta dan kasih sayangnya.Jangan biarkan engkau menyesal di masa datang, kembalilah pada ibu yang selalu menyayangimu...Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya...Ibu... maafkan aku...Sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas.
Istiqhomah dalam Bertaubat
Selama ini, kebanyakan orang sering memahami bahwa bertaubat hanya perlu dilakukan oleh seseorang yang telah berbuat dosa besar. Maka, bagi orang yang shalatnya sudah baik, dalam arti telah menjalankan shalat lima waktu dengan tertib; atau orang yang perbuatannya sudah termasuk golongan orang yang baik-baik, dalam arti bukan pelaku dosa besar, maka sudah tidak perlu untuk bertaubat. Benarkah demikian?
Dalam risalah sederhana ini, saya akan mengajak pembaca tercinta untuk memahami bahwa bertaubat pun semestinya kita lakukan secara terus-menerus, sebagaimana kita memohon ampunan kepada Allah Swt.
Menurut Syekh Abu Ishak Ibrahim al-Mabtuli dalam kitabnya, al-Minahu as-Saniyyah, menyebutkan bahwa taubat itu ada permulaan dan kesudahannya; taubat itu bertingkat-tingkat, ada awal dan ada puncaknya. Setidaknya ada sembilan tingkatan taubat menurut beliau. Yakni, (1) permulaan dari taubat adalah bertaubat dari dosa-dosa besar; (2) lalu bertaubat dari dosa-dosa kecil; (3) bertaubat dari perkara yang dibenci atau makruh; (4) bertaubat dari perkara yang menyimpang dari keutamaan; (5) bertaubat dari dugaan mengenai kebaikan dirinya; (6) bertaubat dari dugaan bahwa dirinya sudah menjadi kekasih Allah; (7) bertaubat dari dugaan bahwa dirinya telah benar-benar bertaubat; (8) bertaubat dari kehendak hati yang tidak diridhai Allah; (9) dan puncaknya adalah bertaubat sewaktu-waktu lupa dari melihat-Nya (mengingat-Nya) walau hanya dalam sekejap.
Berdasarkan tingkatan taubat sebagaimana pendapat Syekh Abu Ishak Ibrahim al-Mabtuli tersebut, tampaknya kita semua tidak bisa melepaskan diri dari amalan taubat tersebut. Bagi seseorang yang telah melakukan dosa besar, maka sudah barang tentu ia bertaubat kepada Allah Swt. Lalu, bagaimana dengan orang yang sudah tidak pernah melakukan dosa besar, hendaknya ia bertaubat kepada Allah Swt. atas dosa-dosa kecil yang telah ia lakukan.
Bertaubat semestinya tetap dilakukan, meskipun bagi orang yang sudah tidak melakukan dosa besar maupun kecil, ia bisa bertaubat kepada Allah apabila ia telah melakukan perkara yang dibenci atau makruh. Bila tidak, ia bisa bertaubat apabila ia telah melakukan perkara yang menyimpang dari keutamaan. Misalnya, seseorang mempunyai waktu luang, dapat saja waktu luang itu ia gunakan untuk menonton televisi atau tidur-tiduran, tapi ada yang lebih utama dari kedua hal tersebut untuk mengisi waktu luang, yakni membaca al-Qur’an atau berdzikir. Bila seseorang telah memilih menonton televisi atau tidur-tiduran dibanding membaca al-Qur’an atau berdzikir, maka dia pun semestinya bertaubat kepada Allah Swt.
Lalu, bagaimana dengan orang yang sudah sangat baik sekali, yang sepertinya sudah sangat langka keberadaannya di zaman modern ini, yakni sudah tidak melakukan dosa besar maupun kecil, meninggalkan perbuatan makruh, dan selalu memilih yang utama dalam hidupnya? Subhanallah…! Orang yang semacam ini pun masih perlu bertaubat kepada Allah Swt. dari dugaan bahwa dirinya telah menjadi orang baik. Selanjutnya, ia tetap bertaubat kalau-kalau merasa bahwa dirinya telah menjadi kekasih Allah, bahkan ia perlu bertaubat dari dugaan bahwa dirinya telah benar-benar bertaubat.
Saudaraku tercinta, sungguh merinding hati saya dan benar-benar merasa sangat kecil diri ini bila membayangkan tingkatan taubat diri ini sampai di mana. Apalagi, masih ada tingkatan taubat lagi bagi orang yang sangat baik sebagaimana tersebut, yakni bertaubat dari kehendak hati yang tidak diridhai Allah Swt. Dan, puncaknya, bertaubat dari sewaktu-waktu lupa melihat-Nya (mengingat-Nya) walau hanya sekejap. Sungguh dalam sekali makna ajaran Syekh Abu Ishak Ibrahim al-Mabtuli yang terkenal sebagai seorang wali atau kekasih Allah tersebut.
Dengan demikian, bertaubat kepada Allah Swt. adalah amalan yang semestinya kita lakukan. Sebab, setiap manusia pasti mempunyai kesalahan. Siapakah di antara kita yang mempunyai alasan untuk tidak bertaubat? Sungguh, sama sekali kita tidak mempunyai alasan untuk tidak bertaubat kepada Allah Swt. Maka, marilah kita memperbanyak memohon ampunan dan bertaubat kepada-Nya.
Rabu, 29 Juni 2011
perasaan hati
Rasa jenuh semakin menggerogoti hati
Menimbulkan rongga dan luka yang menganga
Ingin ku tepis semua, Karena semua hanya mimpi
Mungkin kini sudah saatnya!
Menimbulkan rongga dan luka yang menganga
Ingin ku tepis semua, Karena semua hanya mimpi
Mungkin kini sudah saatnya!
Tak terasa kini kepala Sudah mendekati tanah
Namun belum satupun Harapan tercapai
Namun belum satupun Harapan tercapai
Retakan tanggul dalam hati semakin luas
Meluas hingga tak terbatas sampai melampaui batas
Aku tak tahu kapan hati akan bisa bertahan di ujung batas
Menanti dirinya yang tercermin di atas kertas
Meluas hingga tak terbatas sampai melampaui batas
Aku tak tahu kapan hati akan bisa bertahan di ujung batas
Menanti dirinya yang tercermin di atas kertas
Mungkin aku hanya bisa bermimpi keberanian shohabiah dalam dirinya
Atau mungkin aku sudah sangsi karena target tidak terpenuhi?
Sangsi akan hati yang mulai resah sendiri
Tanpa teman yang menghibur dalam sepi
Atau mungkin aku terlalu gengsi mengungkapkan isi hati?
Bisa jadi
Atau mungkin aku belum menemukan jati diri
Atau mungkin aku sudah sangsi karena target tidak terpenuhi?
Sangsi akan hati yang mulai resah sendiri
Tanpa teman yang menghibur dalam sepi
Atau mungkin aku terlalu gengsi mengungkapkan isi hati?
Bisa jadi
Atau mungkin aku belum menemukan jati diri
Aku tahu wanita tak biasa mengungkapkan isi hati
Tapi tetap saja aku tak peduli
Tapi tetap saja aku tak peduli
egois!
Biarin!
Emang gue pikirin!
Tapi hati tetap saja yang mengatur diri
Dan diri tak bisa melawan hati
Menggenaskan!
Dan diri tak bisa melawan hati
Menggenaskan!
Hati sudah tak kenal cinta
Hati sudah buta akan cinta
Hati sudah sering terluka Oleh cinta
Hati hanya bisa diam saja Tanpa kata
Karena kata tertelan cinta
Hati sudah buta akan cinta
Hati sudah sering terluka Oleh cinta
Hati hanya bisa diam saja Tanpa kata
Karena kata tertelan cinta
Biarkan saja!
Hati hanya butuh perhatian dan kasih sayang
Semua itu hanya angan yang melayang
Karena hati bukan siapa-siapa yang pantas di banggakan
Hati hanya bisa membiarkan
Sang pujaan meninggalkan Hati
Dia tidak terikat!
Dan hati tahu hati telah telat memulai dan dia mulai berangkat
Namun bayangannya mengakar dan mengikat erat
Semua itu hanya angan yang melayang
Karena hati bukan siapa-siapa yang pantas di banggakan
Hati hanya bisa membiarkan
Sang pujaan meninggalkan Hati
Dia tidak terikat!
Dan hati tahu hati telah telat memulai dan dia mulai berangkat
Namun bayangannya mengakar dan mengikat erat
sampai palung hati yang paling rapat
Aku hanya bisa membiarkan hati sekarat
Berkarat sampai tak terangkat
Berat!
Berkarat sampai tak terangkat
Berat!
Aku tak peduli lagi
Apa yang terjadi dengan hati
Mungkin perasaan hati Hanya bisa bermimpi
Lalu mati!
Tanpa ada yang peduli
Apa yang akan terjadi?
Tanpa sahabat yang menasehati
Tanpa kekasih yang menyakiti
Dan……..
Inilah perasaan hati
Hingga kini
Apa yang terjadi dengan hati
Mungkin perasaan hati Hanya bisa bermimpi
Lalu mati!
Tanpa ada yang peduli
Apa yang akan terjadi?
Tanpa sahabat yang menasehati
Tanpa kekasih yang menyakiti
Dan……..
Inilah perasaan hati
Hingga kini
Langganan:
Komentar (Atom)




